Mesin penggorengan deep fryer adalah mesin penggorengan yang biasanya digunakan oleh pedagang untuk mengolah makanan makanan crispy siap saji. Misalnya saja ayam crispy, kentang goreng, nugget dan berbagai jenis makanan lainnya. 

Hasil masakan yang diolah menggunakan mesin penggorengan deep fryer akan renyah dan matang sempurna. Oleh sebab itu banyak pedagang yang menggunakan mesin ini untuk mengolah makanan yang dijual oleh mereka. Saat ini terdapat dua macam mesin penggorengan deep fryer, mari kita simak perbedaannya.

Mesin Penggorengan Deep Fryer Gas

Mesin penggorengan deep fryer merupakan mesin penggorengan yang terbuat dari stainless steel. Bahan yang digunakan untuk membuat mesin deep fryer merupakan full body stainless steel yang kokoh dan kuat. Mesin penggorengan deep fryer menggunakan dua jenis bahan bakar yang pertama adalah gas.

Sesuai dengan namanya, mesin penggorengan deep fryer gas menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Meski demikian anda tidak perlu khawatir dengan konsumsi gas mesin deep fryer. Meski berukuran besar, mesin deep fryer gas dapat menghemat penggunaan gas 60 hingga 70% dari pada saat anda menggunakan penggorengan biasa.

Ini karena, mesin deep fryer gas memiliki teknologi thermostat dimana suhu pemanasan bertekanan tinggi. Suhu deep fryer rata – rata 100 hingga 300 derajat celcius. Dengan teknologi adjustable temperature makan Anda juga bisa dengan mudah mengatur suhu pada mesin penggorengan deep fryer gas.

Mesin penggorengan deep fryer gas juga hemat minyak. Karena makanan digoreng dengan suhu panas bertekanan tinggi maka minyak tidak mudah kotor meski Anda menggoreng beberapa kali.

Mesin Penggorengan Deep Fryer Listrik

Mesin penggorengan deep fryer listrik juga sama dengan yang menggunakan gas yaitu memakai body stainless steel. Mesin penggorengan deep fryer listrik juga memiliki teknologi yang sama yang ada pada mesin deep fryer gas. Hasil masakan atau gorengan pada mesin deep fryer gas maupun listrik juga sama renyah dan cepat dengan teknik memasak yang tepat.  

Perbedaannya hanyalah pada bahan bakar yang digunakan. Jika mesin penggorengan deep fryer gas menggunakan gas sebagai bahan bakar, mesin penggorengan deep fryer listrik menggunakan listrik untuk memanaskan minyak. 

Jika dibandingkan dengan penggunaan kompor listrik tentu penggunaan mesin deep fryer listrik lebih hemat. Namun pertandingan ini dengan asumsi jumlah penggorengan sama. Karena menggoreng dengan menggunakan mesin diperoleh lebih cepat maka konsumsi listrik juga tidak akan terlalu banyak. 

Hanya saja kelemahan mesin deep fryer listrik adalah penggunaan energi energi utamanya adalah dari listrik. Sedangkan di Indonesia sendiri pemadaman listrik masih sering terjadi sehingga bila tidak ada arus listrik maka mau tidak mau harus menggunakan alternatif lain. Jadi kesimpulannya apakah mesin deep fryer gas lebih baik dari listrik atau sebaliknya kembali pada selera masing-masing. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *