2017 December 02 Reuni 212, Nurhasan Zaidi: Bukan Kepentingan Politik

Reuni 212, Nurhasan Zaidi: Bukan Kepentingan Politik

Reuni 212, Nurhasan Zaidi: Bukan Kepentingan Politik

Reuni aksi 212 yang dilaksanakan hari ini menuai banyak komentar. Banyak diantara opini beredar bahwa kegiatan ini rentan dengan kepentingan politik dan kekuasaan. Melalui reuni 212 umat islam ingin berkuasa lewat pilkada, pilgub, dan pilpres.

Anggota DPR RI, Nurhasan Zaidi menentang tegas tentang opini tersebut. “Sangat tepat rasanya bila reuni 212 ini bukan kepentingan politik melainkan spirit untuk bersatu menjaga NKRI, ini murni gerakan keimanan.” Ia menambahkan momentum reuni 212 bahkan lahir dari spirit maulid nabi yang diperingati tepat di hari sebelumnya. Terlepas ada oknum yang memanfaatkan momentum tersebut, itu di luar tanggung jawab peserta reuni 212.

Anggota komisi V tersebut menjelaskan reuni 212 merupakan kerinduan umat untuk bersilaturahim yang berujung pada persatuan, yang tentunya ini merupakan kontribusi dalam menjaga NKRI. “Miris jika hari ini banyak mulut mencibir dan mengaitkannya dengan politik seakan umat islam merupakan ancaman. Padahal kontribusi umat Islam untuk menjaga NKRI terbukti sangat besar,” tegasnya. Ia menceritakan bagaimama Mohammad Natsir, salah satu politisi Islam dari partai Masyumi mempertahankan dengan kokoh bentuk negara kesatuan Republik Indonesia, ketika mayoritas parlemen pada saat itu sepakat bentuk negara adalah federal.

Ketua dewan pertimbanga pusat Persatuan Umat Islam (PUI) itu juga menyampaikan bahwa bentuk negara federal kala itu hanya akan mencerai berai rakyat, maka NKRI harga mati. “Spirit Natsir mempertahankan NKRI¬† dalam Mosi Integral inilah yang menjiwai umat Islam di Indonesia untuk bersatu dalam momentum reuni 212, terlebih ada semangat spiritual yang tertancam di hati setiap umat Islam,” imbuhnya.

Reuni 212 ini merupakan bagian dari agenda yang mengkampanyekan untuk menjaga kebhinnekaan dan toleransi. Melalui reuni ini umat Islam memproklamirkan¬† menjaga NKRI dengan berbagai macam latar belakang masyarakat. “Jika kita ingat momentum 212 dulu menunjukan bagaimana ketertiban terjaga dan bahkan umat lintas mahzab ahlussunnah wal jamaah, lintas suku, daerah, hingga lintas agama berdatangan untuk menunjukan persatuan yang dijunjung dalam kebhinnekaan,” pungkas Nurhasan Zaidi mengakhiri.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *